Perancis menyaksikan pertumbuhan ekonomi stagnan di triwulan ketiga setelah naik 0,7% dalam periode Januari sampai Maret, badan statistik Perancis Insee mengatakan. Para ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan GDP Perancis sebesar 0,3%.
Menurut Bloomberg, aksi mogok kerja terbaru di kilang minyak serta penolakan warga Perancis terhadap rencana mereformasi undang-undang tenaga kerja adalah beberapa alasan utama ekonomi stagnan.
Konsumsi rumah tangga dianggap sebagai penggerak pertumbuhan utama di Perancis. Namun, konsumsi rumah tangga turun drastis setelah naik 1,2% di triwulan pertama. Pertumbuhan terhenti meski pemerintah menawarkan keringanan pajak sebesar 40 miliar euro kepada sektor bisnis
Semua ini terjadi tepat 9 bulan sebelum pemilihan presiden di musim semi 2017.
Dalam periode Januari-Maret, sektor konstruksi Perancis mulai naik, namun saat ini investasi dalam sektor tersebut turun tajam, sama dengan sektor manufaktur dan jasa. Impor turun 1,3% setelah naik 0,5% di triwulan pertama. Pertumbuhan ekspor juga melambat turun.
Selin itu, angka resmi pengangguran di Perancis naik 5400 atau 0,2% di bulan Juni. Namun, kenaikan tidak mempengaruhi angka keseluruhan selama enam bulan 2016. Dalam Januari-Juni, jumlah pengangguran turun 58.000.
Sementara itu, dalam Januari-Maret 2016 tercatat pertumbuhan GDP mencapai rekor selama tiga tahun terakhir. Menteri Keuangan Michel Sapin mengatakan pemerintah masih mempertahankan perkiraan pertumbuhan tahun 2016 sebesar 1,5%.