Pada 24 Agustus, saham Turki dibuka lebih rendah menyusul berita mengenai serangan pasukan Turki di Suriah. Di awal sesi perdagangan, Indeks saham Borsa Istanbul BIST turun 2,87%. Selain itu, nilai mata uang Turki juga mengalami penurunan. Lira Turki turun 3,37 persen terhadap dolar AS, sebesasr 0,525% dari penutupan sesi tanggal 23 Agustus. Sebelumnya BIST 100 turun pada 21 Juli ditengah serangan militer yang gagal. Presiden Turki Erdogan memberi tanggapan dengan mengumumkan pernyataan darurat tiga bulan. Satu bulan kemudian, tank-tank, pesawat tempur, dan pasukan khusus Turki memasuki wilayah Utara Suriah. Operasi militer digencarkan untuk menyerbu ISIS di perbatasan Suriah-Turki. Pada 24 Agustus sore, tentara Turki dan sekutu pemberontak Suriah menangkap Jarablus, yang merupakan markas ISIS diperbatasan.