Perwakilan negara pengekspor minyak terbesar menyoroti isu hangat mengenai penurunan tingkat produksi minyak. Menurut sikap pemerintah, surplus minyak mentah global membuat harga di bawah $50 per barl. Hanya upaya bersama yang dapat menyeimbangkan pasar minyak.
Namun, di balik sulitnya pembicaraan pembekuan tersebut beberapa eksportir besar seperti Iran, Irak dan Arab Saudi meningkatkan produksi minyaknya sepanjang tahun ini. Rusia tidak terkecuali. Produksi minyak Rusia naik ke rekor tertinggi sepanjang sejarah menjelang pembicaraan informal dengan produsen minyak lainnya di akhir September. Penambang minyak Rusia memompa 11,75 juta barel per hari di September, rata-rata bulanan tertinggi sejak era Soviet. Kementerian Energi Rusia melaporkan produksi minyak domestik naik 2,4% ke 363,7 juta ton dari Januari sampai Agustus. Pada saat yang sama, Presiden Rusia Putin mengatakan ia yakin produsen minyak dapat mengatasi perbedaan yang membuat proposal untuk membekukan produksi minyak di April keluar jalur. Selain itu, Rusia siap untuk menahan produksinya di paruh keduai tahun ini, Menteri Energi Alexander Novak menyatakan pada pertemuan puncak G20 di China. Menurut pejabat Rusia, ketidakseimbangkan pasokan dan permintaan dalam pasar minyak global semakin menyusut. "Dalam periode Agustus-Oktober tahun lalu, terhadap kelebihan pasokan untuk bahan mentah. Penawaran ini kini secara aktif dikonsumsi," Wakil Menteri Energi Kirill Molodtsov mengatakan.
Rapat OPEC di Lajazair berakhir dengan perjanjian awal mengenai penurunan produksi yang kecil. Beberapa analis mengatakan risiko kekecewaan terhadap kesepakatan tersebut tinggi karena detail penerapannya baru akan dibahas pada rapat OPEC selanjutnya di November.