Goldman Sachs Group Inc.meningkatkan perkiraan harga minyak jangka pendek ditengah kemungkinan kenaikan bahwa OPEC akan mencapai kesepakatan untuk memangkas produksi pada rapatnya tanggal 30 November mendatang. Ekonom di Goldman Sachs yakin bahwa Rusia juga akan mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi minyak di level saat ini. Goldman memperkirakan harga minyak mentah Brent akan naik sebesar $50 per barel di triwulan keempat, naik dari estimasi sebelumnya sebesar $43. Di triwulan pertama dan kedua, perkiraan harga minyak sebesar $56,5 per barel, dibandingkan dengan $47 dan $52 per barel, berturut-turut. Harga minyak mentah WTI diharapkan akan naik $$8,5 per barel di triwulan terkini, naik dari estimasi sebelumnya sebesar $43 per barel. Sementara itu, Goldman memperkirakan harga WTI akan berada pada rata-rata sebesar $55 per barel selama paruh pertama 2017 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yaitu $47,5 per barel. "Saat ini kami percaya bahwa terdapat alasan kuat bagi produsen berbiaya rendah untuk menyampaikan prmangkasna produksi untuk menormalkan invetarisasi," analis di Goldman mencatat. Dalam jangka panjang, fundamental yang mempengaruhi pasar masih sama. Khususnya produsen minyak di AS, akan menurunkan biaya produksi, sementara itu OPEC akan terus mempertaruhkan saham bursa. Sementara itu, harga minyak naik dibalik pernyataan dari Iran, Iraq dan produsen minyak lainnya yang kemungkinan akan mengurangi beberapa dari produksi minyak mereka. Di hari Senin, minyak Brent untuk Januari ditradingkan di $47,5 per barel, naik 1,37% di ICE Futures Exchange. WTI untuk pengiriman bulan Desember bergerak naik 1,12% menjadi $46,2 di NYMEX. |
FX.co ★ Goldman Sachs meningkatkan perkiraan harga minyak terkait ekspektasi kesepakatan OPEC
Humor Forex:::