Ketika berbicara di World Economic Forum di Davos di Swiss, Kanselir Keuangan Britania Raya Philip Hammond mengatakan bahwa pengaturan kesepakatan sementara mengenai keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan diberlakukan jika negosiasi Brexit tidak selesai pada tahun 2019.
Menurut Hammond, perjanjian Brexit dapat dicapai dalam dua tahun jika ada kemauan politik dari kedua belah pihak.
Dengan demikian, Kanselir tampaknya lebih bijaksana dibanding Perdana Menteri Theresa Mei yang mengatakan bahwa Inggris akan sepenuhnya menolak perjanjian dengan Uni Eropa jika London tidak mendapatkan kondisi yang mereka inginkan. May berusaha menjaga agar perdagangan dengan Eropa bebas tarif, namun pada saat yang bersamaan ia ingin membiarkan UK tetap melakukan transaksi trading dengan negara-negara lainnya.
Namun, istilah British Exit atau Brexit akan harus disepakati oleh 27 negara anggota Uni Eropa lainnya, sehingga kerangka waktu dua tahun terlihat terlalu optimis.
"Jika misalnya saja, meskipun kita sudah mengupayakan yang terbaik, retribusi politik tetap menang mengalahkan logika ekonomi dan kami tidak mendapatkan kesepakatan yang adil mengenai ketersediaan akses yang wajar untuk pasar masing-masing ... kita harus melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga daya saing ekonomi tetap terkendali, "kata Hammond di World Economic Forum.