Bursa Efek Singapura dicanangkan untuk mulai menggunakan indeks yang mampu melacak harga gas alam cair (LNG) di pasar Timur Tengah dan juga India. Menurut The Wall Street Journal, peluncuran indeks baru ini merupakan langkah pertama untuk membangun tolak ukur bagi pasar LNG (Liquid Natural Gas) yang kini telah berkembang pesat.
Bursa Efek Singapura bekerja sama dengan broker Tullett Prebon. Indeks tersebut berfungsi untuk melacak harga LNG yang dikirim ke pelabuhan di Dubai, Kuwait, dan India.
Saat ini sudah terdapat Singapore SLInG yang merupakan indeks harga spot LNG untuk pasar Asia.
Bursa juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Japan's Tokyo Commodity Exchange (TOCOM) mengenai kerja sama potensial dalam bidang derivatif.
Pasar LNG tidak memiliki patokan untuk memberikan harga standar yang akan digunakan di seluruh pasar, seperti Brent atau WTI bagi pasar minyak.