Lira Turki berada di posisi yang mengerikan: kebijakan yang dibuat oleh Presiden Turki membuat mata uang tersebut sangat tidak stabil. Tahun lalu, Lira Turki berada di antara tiga mata uang terburuk di dunia, dan tahun ini, menjadi satu-satunya yang terburuk. Beberapa peserta pasar berpikir bahwa ini baru permulaan dan lira dapat jatuh bahkan lebih jauh lagi. Namun, para ahli terkemuka yakin bahwa ini masih terlalu awal bagi lira untuk menyerah.
Berdasarkan survey baru-baru ini, para ekonom berharap lira akan menguat. Secepatnya di pertengahan tahun 2017, lira Turki mungkin akan kembali mendapatkan momentumnya. Sejak awal tahun 2017, lira telah mengalami penurunan sebesar 7 persen terhadap dolar AS, namun para ahli percaya bahwa penurunan ini hanya sementara. Para ekonom memperkirakan lira dapat stabil di angka 3,61 terhadap greenback. Bank Sentral Turki merencanakan sejumlah langkah untuk mendukung mata uang nasional tersebut, khususnya, penyesuaian likuiditas dan kemungkinan kenaikan suku bunga. Selain itu, sebagian besar para ekonom berharap kenaikan suku bunga akan segera terjadi meskipun adanya keberatan dari Presiden Turki mengenai masalah ini. Bank Sentral tersebut kemungkinan akan menaikan suku bunga sebanyak 50 basis poin, meskipun sangat mungkin bahwa kenaikan akan lebih agresif.
Menurut pengamat independen, syarat yang paling penting untuk stabilisasi lira adalah kebebasan sejati dari Bank Sentral Turki. Namun, karena rezim otoriter Erdogan, pasar percaya bahwa Bank Sentral beroperasi di bawah tekanan tiada henti dari pemerintah.