Kebijakan kementrian pertanian Ukraina untuk integrasi Uni Eropa dimulai cukup suram. Kabar baiknya, perusahaan sektor pertanian Ukraina baru saja mencetak rekor produksi besar untuk UE. Di sisi lain, para produsen hampir kewalahan menangani ekspor produk seperti madu, gula, dan garam. Menurut data resmi, perusahaan sektor pertanian hampir kehabisan kuota untuk pasokan madu ke Uni Eropa pada 11 Januari 2017. Kuota gula ekspor sebesar 64% sudah digunakan. Kuota untuk jus anggur dan apel telah digunakan sebesar 78%. Selain itu, kuota untuk ternak ayam juga hampir semuanya terppakai. UE membebankan kuota impor unggas setiap tiga bulan sekali. Sehingga kuota untuk tiga bulan pertama di tahun 2017 sudah hampir terpakai semua.
Yang menarik adalah, ini bukanlah kali pertama Ukraina mengalami masalah seperti ini. Para ahli menghubungkan masalah rendahnya kuota yang dialokasikan UE dengan impor bebas pajak dari Ukraina. "Persetujuan perdagangan bebas yang valid antara Ukraina dan UE tidak meliputi akses perusahaan Ukraina ke pasar UE", ungkap Yuriy Kosyuk yang merupakan miliarder sekaligus pemilik induk pertanian terbesar dalam negeri di Ukraina. Wiraswasta Ukraina lain yang mengepalai perusahaan peternakan besar menegaskan bahwa kuota bebas pajak yang rendah diperkenalkan ke Ukraina oleh UE mengkonfirmasikan bahwa otoritas UE telah memprioritaskan produsen Eropa. Mereka tidak peduli tentang perusahaan Ukraina yang sedang sekarat.