Kurs mata uang tunggal Eropa terhadap roublel RUsia sedikit mencapai level yang dicapai dua tahun lalu. Untuk tiga hari di bulan Februari euro turun 66 kopeks, mencapai 63,25 euro. Secara keseluruhan, sejak awal tahun rouble Rusia telah menguat 2,8% terhadap euro.
Selain itu, pada akhir 2014, euro senilai 63 ruble. Menurut para ahli, langkah efektif dan sesuai yang dilaksanakan oleh otoritas moneter Rusia mendukung nilai mata uang Rusia. Selain itu, kebijakan luar negeri memainkan peran signifikan dalam situasi ini. Hal yang penting, terdapat spekulasi bahwa AS akan membatalkan sangsi terhadap Federasi Rusia. Hubungan yang baik antara Moscow dan Washington meningkatkan kurs Rouble Rusia.
"Dorongan utama lainnya adalah peningkatan harga minyak. Rouble menguat dikarenakan kenaikan harga minyak, yang didukung oleh kuota OPEC, yang ditetapkan di akhir 2016. Selain itu, kebijakan moneter dan kredit yang berhasil dibawah oleh Bank Sentral Rusia menarik investasi asing tambahan, yang berkontribusi pada rouble yang meningkat.
Jika trend berlanjut, maka kami mengharapkan Rouble Rusoa akan diperdagangkan dalam range 60 hingga 60,5 terhadap euro di akhir tahun," Ivan Manaenko, kepala pimpinan dari departemen analis Veles Capital, menunjukkan. Oleh karena itu para ahli menyarankan bahwa rouble sebagai opsi investasi terbaik di 2017.