Saham beberapa perusahaan AS yang memproduksi barang-barang konsumen turun pada 8 Februari 2013, setelah pemerintah Venezuela mengumumkan devaluasi mata uang bolivar.
Produsen barang-barang rumah tangga terbesar dunia memiliki saham yang besar dari volume penjualan ritel mereka di Venezuela.
Oleh karena itu, saham Colgate-Palmolive, yang terkenal dengan produk pasta giginya, turun 1,5 persen pada penutupan trading, sementara saham Avon Products turun 2,5%.
Saham Energizer Holdings, produsen baterei Amerika ditutup dalam zona merah bersama dengan Kimberly-Clark Corp yang memproduksi produk-produk perawatan dan kebersihan rumah. Pasar Venezuela meliputi 5,1% penjualan ritel Colgate; 4,1 persen Avon; dan 2,1 persen Clorox.
Pemerintah Venezuela mengumumkan devaluasi nilai bolivar hampir tiga kali lipat pada 8 Februari 2013. Nilai tukar mata uang bolivar ditetapkan dalam mata uang dolar As dengan nilai 6,3 bolivar dari 4,3 bolivar sebelumnya. Menurut menteri keuangan Venezuela, Jorge Giordani, akibat dari devaluasi kemungkinan akan muncul paling lambat 13 Februari 2013.
Selama sembilan tahun terakhir, Pemerintah Venezuela telah melakukan tindakan tersebut selama lima kali. Tujuannya adalah untuk mengurangi biaya ekspor dan meningkatkan volume ekspor. Pada saat yang sama, pihak lawan mengatakan devaluasi hanya akan meningkatkan inflasi, karena sekitar 70 persen produk yang dikonsumsi di Venezuela merupakan barang impor.
The Financial Times mengatakan bahwa masyarakat Venezuela khawatir dengan potensi meningkatnya harga dan dengan panik membeli perlengkapan rumah tangga dan makanan akhir minggu lalu. Menurut Bloomberg, beberapa toko elektronik konsumen menetapkan batas penjualan per orang ditengah-tengah permintaan akan TV yang terlalu tinggi.
FX.co ★ Saham Colgate dan Avon turun ditengah-tengah devaluasi Venezuela
Humor Forex:::