Jerman melakukan yang terbaik untuk menyatukan hubungan antara Perancis dan Turki. Dalam rapat dengan perwakilan Turki, Angela Merkel merencanakan untuk melakukan dialog dalam kerjasama yang sedang berjalan. Namun, untuk membuat ikatan antara Ankara dan Brussels, ia akan harus menyatukan Turki dan Perancis terlebih dahulu. Tujuannya adalah blok Turki dalam Uni Eropa.
Krisis antara Turki dan Uni Eropa telah diteliti selama beberapa bulan, dimana Ankara dan Paris memiliki perjanjian pertama mereka selama kepresidenan Nicolas Sarkozy mengenai perjanjian Perancis yang menghukum penyangkalan Turki mengenai pemusnahan bangsa Armenia oleh Ottoman Turks selama Perang Dunia I di tahun 1915-1916.
Turki kembali meminta duta besarnya dari Paris dalam protes membatalkan seluruh proyek gabungan dengan Perancis. Walaupun perjanjian tidka ditandatangani, tekanan antara dua negara tersebut tetap ada.
Francois Hollande siap untuk mengambil langkah terhadap otoritas Turki; namun akan sulit tanpa dukungan Jerman.
Menurut jurnalis Perancis Christian Makarian, Angela Merkel akan menawarkan Perdana Menteri Turki seluruh manfaat kemitraan namun untuk ditujukan untuk kenggotaan penuh Uni Eropa.
Dorothee Schmid, kepala program Turki di institut hubungan internasional Perancis, stidak yakin mengenai kunjungan Merkel ke Turki. Ia yakin Jerman dan Uni Eropa tertarik untuk mempertahankan skutu utama Amerika di Timur Tengah. Hal ini mungkin dapat membantu memperbaiki krisis di Syiria, menstabilkan situasi di Yordania dan Lebanon dan memberikan kehadiran NATO geopolotik di Iran, Asia Tengah dan Caucasus.
FX.co ★ Merkel Akan Memperbaiki Hubungan Franco-Turki Demi Uni Eropa
Humor Forex:::