Salah satu isu utama pada pertemuan puncak G8 adalah konflik bersenjata di Suriah. Para pimpinan negara G8 telah bersepakat untuk kembali mengadakan Konvensi Genewa untuk menegosiasikan situasi di Suriah. Kesepakatan ini mengajukan solusi perdamaian untuk krisis tanpa ada perubahan fundamental apapun dalam kepemimpinan negara. Khususnya, dokumen tersebut tidak mempertimbangkan fakta bahwa Presiden Suriah saat ini Bashar al-Assad akan mengundurkan diri. Publik dunia telah mengecam penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah, sehingga PBB akan memulai investigasi untuk peristiwa ini. Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak menemukan bukti adanya serangan menggunakan bahan kimia. Presiden Rusia itu juga menyerukan peran para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia. "Pendekatan semacam ini akan membantu menemukan kebenarannya," Putin mengatakan. Para pimpinan G8 juga menyetujui bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Suriah yang mencapai total $1,5 miliar. Anggota-anggota pertemuan puncak itu akan terus memasok senjata untuk pihak oposisi dan menyerukan kepada dunia untuk mengatasi isu organisasi teroris internasional. Konferensi di Genewa yang kemungkinan diadakan di bulan Agustus, akan memutuskan nasib dari pemberontak bersenjata Suriah. AS dan presiden Rusia juga telah mengadakan pertemuan bilateral selama pertemuan puncak G8. Di 2014, Rusia akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak G8 di Sochi.
FX.co ★ Hasil Pertemuan G8 Tidak Sepenuhnya Memuaskan
Humor Forex:::