Pandemi virus corona telah mengacaukan banyak bisnis. Hasilnya, sejumlah korporasi menderita kerugian besar, sementara pemegang saham mereka kehilangan miliaran dolar. Ini disebabkan oleh merosotnya saham perusahaan-perusahaan yang telah memprediksi kemenangan cepat terhadap pandemi.
Eric Yuan, pendiri dan CEO Zoom Video Communications, menderita paling besar. Pada 9 November, saham penyedia konferensi video tersebut turun lebih dari 17% di Nasdaq. Ini berdampak sangat buruk pada kekayaan Yuan, yang merosot hingga $5 miliar.
Menurut Bloomberg, saham Zoom terpukul setelah Pfizer dan BioNTech mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 mereka 90% efektif. Menyusul laporan raksasa farmasi tersebut, saham mereka melonjak, sementara indeks-indeks saham acuan juga melambung. S&P 500, indeks pasar luas AS, menyentuh level tertinggi sepanjang masa.
Namun, tidak semua perusahaan menerima keuntungan dari kabar ini. Sejumlah perusahaan teknologi mengalami penurunan harga saham karena permintaan yang lebih rendah untuk layanan mereka setelah pembatasan karantina diangkat. Selain Zoom, saham-saham raksasa teknologi seperti Facebook (turun 4,99%), Amazon (5,06%), FedEx (5,68%), dan Netflix (8,59%) turun tajam.
Hasilnya, pemegang saham terbesar perusahaan-perusahaan ini kehilangan miliaran dolar. Sebagai contoh, CEO Amazon Jeff Bezos dan mantan istrinya MacKenzie Scott kehilangan masing-masing $8,94 miliar dan $3,27 miliar. 'Crash' pasar saham yang dipicu oleh kabar vaksin menghapus $5,39 miliar laba bersih CEO dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg. Fred Smith, pimpinan FedEx, melaporkan kerugian sebesar $250 juta, sementara CEO Netflix Reed Hastings menyaksikan kekayaannya turun $416 juta.
Analis Forbes mengestimasi bahwa kerugian keuangan Jeff Bezos saat ini mencapai hingga $9 miliar, M. Zuckerberg - $5,3 miliar, E. Yuan - $3,8 miliar, M. Scott, mantan istri pendiri Amazon, - $3,2 miliar.