Amerika Serikat tidak menghentikan upayanya untuk membentuk koalisi melawan China. Sejak kepresidenan Barack Obama, pemerintah AS telah berusaha membantu mitra Asianya untuk menghindari dominasi China di wilayah tersebut. Mantan Presiden Barack Obama siap untuk menandatangani Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik, namun Presiden baru terpilih saat itu, Donald Trump, memutuskan untuk menarik diri, dengan mengatakan perjanjian tersebut tidak menguntungkan AS. Tampaknya, Donald Trump lebih tertarik pada koalisi militer daripada kemitraan perdagangan. Ia bahkan menghidupkan kembali Quadrilateral Security Dialogue (Dialog Keamanan Segi Empat), atau Quad, yang dibentuk pada 2007-2008. Quad merupakan forum strategis informal antara Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan India, yang sering digambarkan oleh para ahli sebagai upaya untuk menciptakan aliansi sejenis NATO di Asia. "Sebagai mitra dalam Quad ini, kini lebih penting daripada sebelumnya, bahwa kami berkolaborasi untuk melindungi orang-orang dan mitra kami dari eksploitasi, korupsi, dan pemaksaan CCP," ujar Pompeo pada pertemuan bulan Oktober, yang mengacu pada Chinese Communist Party (Partai Komunis China) yang berkuasa. Namun, ingin mempertahankan hubungan yang stabil dengan China, negara-negara besar Asia Tenggara telah menjauhkan diri dari pernyataan Pompeo. Bagi India, Australia, dan Jepang, China tetap menjadi mitra dagang penting, sehingga mereka tidak ingin memusuhi China secara langsung. AS, bagaimanapun, mempertahankan sikap keras yang sama terhadap China dan melanjutkan perang dagang melawan Beijing dengan menaikkan bea terhadap barang-barang China, memblokir pasokan barang-barang berteknologi tinggi ke produsen China, dan menolak akses perusahaan China ke pasar AS.