Menurut Reuters, pada 11 Desember, harga emas merosot seiring dengan penguatan greenback. Selain itu, harga emas semakin turun karena investor menyuarakan kekhawatiran akibat memudarnya prospek kesepakatan stimulus.
Para analis menyoroti bahwa pasar logam mulia terus merosot. Harga spot emas turun sebesar 0,48%, menjadi $1.826 per troy ons. Harga logam lain juga turun tajam: perak turun sebanyak 1,33%, menjadi $23,63 per ons, platinum turun sebesar 2,06%, menjadi $1.005,31 per ons, dan paladium turun sebanyak 0,19%, menjadi $ 2.326,35 ons.
Ross Norman, seorang analis independen, menilai emas kemungkinan besar akan fluktuatif akibat latar belakang fundamental kontroversial, di antaranya pemberitaan vaksin COVID-19, paket baru langkah-langkah stimulus di Amerika Serikat, serta pelemahan dolar AS. Ia juga menyebutkan kelelahan penggerak pasar karena banyak faktor tak terduga yang dapat mengubah sentimen.
Sebelumnya, Ketua DPR, Nancy Pelosi, mengatakan bahwa Kongres akan terus membentuk langkah-langkah stimulus untuk membangkitkan ekonomi AS yang terkena dampak pandemi. Perbincangan mengenai stimulus akan diperpanjang hingga 26 Desember setelah Natal. Tercatat sebagian besar masa berlaku program bantuan keuangan darurat akan habis pada saat itu.