Selama Forum Nobel Peace Prize, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan pandangan pesimisnya terhadap masa depan. Ia menduga bahwa dunia akan segera menghadapi krisis terparah dalam 80 tahun terakhir.
Dampak ekonomi dan sosial dari krisis yang disebabkan oleh pandemi virus corona benar-benar membawa petaka. Dibutuhkan wkatu yang panjang untuk mengatasinya. Terlebih, situasinya semakin parah.
Pada saat yang sama, harapan bahwa vaksinasi massal akan memperbaiki keadaan agak kabur. Kerugian jauh lebih besar daripada prakiraan awal para ekonom. Akibatnya, dunia sulit terhindar dari resesi terparah dalam 80 tahun terakhir.
Antonio Guterres menekankan meningkatnya kemiskinan ekstrim dan kelaparan yang mengancam. Ia percaya bahwa penyebab utama bencana tersebut adalah kegagalan negara-negara untuk bersatu melawan ancaman global.
Hal ini, pada gilirannya, tidak memungkinkan mereka mengembangkan tindakan yang benar dan tepat waktu guna menahan penyebaran virus, tepat setelah wabah. Dengan kata lain, reaksi sebagian besar negara terhadap penyebaran langsung infeksi virus corona berbeda, kacau, dan tidak stabil.
Virus ini juga memperparah hubungan yang telah buruk antara berbagai negara. Persaingan antar negara di pasar barang-barang penting telah menjadi sangat sengit.
Prakiraan yang disajikan oleh Antonio Guterres sebagian membuktikan prediksi yang dibuat oleh Direktur Eksekutif World Food Programme, David Beasley. Sebelumnya, ia mengatakan bahwa pada 2021, kita akan menghadapi krisis kemanusiaan terparah.