Menurut para analis, jika seseorang ingin mendapatkan jutaan penonton TikTok serta penghasilan yang mengesankan, mereka sebaiknya mengikuti tren-tren terkini. Svetlana Butyanova, kepala pemasaran TikTok di Eropa Timur, menunjukkan bahwa bukan hanya blogger kalangan muda yang dapat menghasilkan uang di platform tersebut tapi juga brand-brand ternama.
Diluncurkan sebagai aplikasi berbagi video biasa, platform media sosial yang sangat populer, TikTok, telah berubah menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan brand perusahaan dan individu. Para pakar percaya bahwa alasan untuk popularitas luar biasa TikTok di antara perusahaan-perusahaan besar dan rintisan dapat dikaitkan dengan dua faktor kunci: penggunaan ponsel pintar yang meluas dan fenomena 'clip thinking'.
Pengembangan teknologi inovatif dan meningkatnya popularitas platform media sosial telah menjadi katalis utama untuk pembentukan 'clip thinking'. Apa itu 'clip thinking'? 'Clip thinking' ditandai oleh fragmentasi, kecepatan, hal sepele serta dominasi persepsi visual. Produser konten TikTok memanfaatkan fitur-fitur yang menjadi daya tarik bagi generasi muda ini dengan membuat video singkat untuk penonton.
Banyak pengguna mengakses TikTok dari perangkat selulernya, yang merupakan bagian penting gaya hidup modern. Anehnya, pada 2017, video hanya mencakup 59% dari trafik seluler global. Kini, situasinya telah berubah. Video mendominasi penonton TikTok. Menurut pakar, angka ini akan naik ke 79% pada 2022.
TikTok sebagian besar terdiri dari video berdurasi 15 detik yang sangat sesuai dengan tren global utama. Platform video ini memberikan peluang periklanan yang sempurna untuk para blogger dan bisnis. Untuk mempromosikan produk dengan efektif, cukup dengan membuat video singkat yang kekinian. Komponen penting promosi yang efektif adalah menghindari format periklanan tradisional. Di TikTok, perusahaan rintisan atau brand-brand besar dapat membuat video menarik yang dapat memikat konsumen.