Pada Minggu larut malam tanggal 27 Desember, Presiden AS, Donald Trump, menandatangani RUU anggaran untuk tahun fiskal 2021 yang berakhir pada 30 September. RUU tersebut mengalokasikan dana paket stimulus ke dalam perekonomian AS dan pembayaran langsung kepada warga yang menderita selama pandemi COVID-19. Langkah ini disebut membantu menghindari shutdown.
RUU yang ditandatangani oleh Presiden AS tersebut termasuk paket stimulus senilai hampir $900 miliar. Sebelumnya, Donald Trump menolak menandatangani dokumen tersebut dan menuntut sejumlah perubahan untuk diterapkan.
Minggu lalu, 11 Senator dan Anggota Kongres memohon kepada Presiden untuk menandatangani anggaran nasional tersebut. Alternatifnya adalah mengabaikan RUU stimulus COVID-19. Donald Trump memilih menandatangani RUU tersebut.
RUU anggaran belanja baru tersebut mengalokasikan pengeluaran pemerintah sebesar $1,4 triliun hingga September tahun depan. Angka tersebut juga termasuk paket stimulus senilai $900 miliar.
Disebutkan bahwa masalah utamanya adalah ketidaksepakatan di kalangan para anggota legislatif. Senat dan Kongres membutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk mengatasi perbedaan tersebut. Namun, pada minggu terakhir yang berakhir 27 Desember ini, Kongres menyetujui paket stimulus baru. tersebut.