People’s Republic of China tiba pada keputusan untuk meninjau hubungan finansial dengan Ukraina dengan menahan alokasi bantuan. Juru bicara Menteri Luar Negeri Hong Lei tidak memberikan tanggapan langsung pada pertemuan pers harian. Namun, kenyataan bahwa Cina tidak akan lagi membantu Ukraina dapat dipahami.
Berita buruk tersebar pada puncak krisis politik besar-besaran di negara pasca-Soviet ini. Meskipun pemberontakan terhadi di Kiev, Presiden Viktor Yanukovich tidak membatalkan kunjungan resminya ke Cina. Sekali lagi hal tersebut membuktikan bahwa uang ini merupakan hal yang vital pada Ukraina. Beberapa analis tidak memiliki keraguan bahwa langkah yang dibuat oleh pimpinan negara cenderung gegabah, khususnya mengingat situasi yang menegang saat ini. Pihak lain merasa bahwa Yanukovich ingin menunjukkan bahwa Rusia dan Uni Eropa bukan hanya dua mitra ekonomi di Kiev. Meskipun demikian, Cina membuat tanggapan yang datar. " Jadi saat kunjungan ini, pimpinan dari kedua pihak akan bertukar pandangan komprehensif mengenai subjek dari kepentingan bersama," Hong Lei mengatakan menghindari masalah keuangan. Mungkin, para politisi akan kembali bernegosiasi mengenai masalah ini, namun Viktor Yanukovich sedang meninjaunya untuk saat ini. Ia telah mengunjungi museum legenda Terracota Army dari kaisar pertama Cina Qin Shi Huang. Selain itu, presiden Ukraina bertemu dengan gubernur provinsi Shaanxi. Perlu dicatat bahwa Cina mengalokasikan $3 miliar pada pertanian Ukraina dan $3,7 miliar pada pengembangan energi negara tahun lalu. Selain itu, salah satu dari Bank di Cina mendistribusikan $3 miliar untuk memodernisasi sistem irigasi di Ukraina.
FX.co ★ Cina mengatakan 'cukup' kepada Ukraina
Humor Forex:::