Menurut para analis yang disurvei oleh Trading Economics, pada tahun 2020, inflasi konsumen China mencapai 2,5%. Pada saat yang sama, harga produsen turun sebanyak 1,8%.
Data yang disediakan oleh National Bureau of Statistics of China (NBS), mengungkapkan bahwa pada Desember 2020, indeks harga konsumen naik sebesar 0,2% setahun. Trading Economics menekankan bahwa para ekonom memperkirakan kenaikan sebesar 0,2%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan sebelumnya, harga pangan naik sebesar 1,2%, sedangkan harga daging babi turun sebanyak 1,3%. Pada saat yang sama, harga produk dan jasa non-makanan tetap sama selama dua bulan berturut-turut. Pada Desember 2020, para analis mencatat penurunan harga pakaian (0,1%), transportasi (3,1%), dan utilitas (0,6%).
Bulan lalu, indeks harga konsumen China naik tipis sebesar 0,7%, menunjukkan pembacaan tertinggi sejak Februari 2020. Pada saat yang sama, indeks harga produsen turun pada periode tertentu. Indikator tersebut mengalami penurunan selama 11 bulan berturut-turut. Namun, laju penurunan tersebut sangat kecil. Jadi, pada bulan Desember, harga produsen China turun sebanyak 0,4% dari tahun ke tahun. Namun, para ekonom telah mengantisipasi penurunan sebesar 0,8%.
Dibandingkan dengan November 2020, PPI China meningkat sebesar 1,1%. Dong Lijun, seorang ekonom di biro statistik, menjelaskan kenaikan indikator tersebut melalui pemulihan permintaan domestik dan lonjakan harga barang-barang konsumen.