Belakangan ini, tren mata uang cyber Bitcoins telah memicu banyak argumen dan masalah. Ekonom dari seluruh unia belum dapat memberikan definisi tepat untuk Bitcoins sejauh ini. Para Menteri Keuangan di berbagai negara mencoba untuk menciptakan peraturan mendesak dan regulasi pengawasan sirkulasi cryptocurrency. Diketahui bahwa cara yang paling popular untuk menentang hal yang tidak familiar adalah untuk memblokirnya. Benar, lebih mudah untuk memblokir sesuatu daripada meneliti baik buruknya sebuah hal. Jadi, People's Bank of China memutuskan untuk melakukan kebijakkan ini. Pihak otoritas bank menyatakan ketetapan finansialnya membatasi institusi finansial dari penanganan transaksi Bitcoin. Dalam laporan ini, bank sentral Cina menekankan bahwa saat ini "Bitcoins sejauh ini tidak memiliki ancaman apapun untuk stabilitas finansial," namun "terdapat resiko yang dapat terjadi untuk sistem finansial". Selain itu, bank sentral juga memita penguatan kendali untuk platform trading online untuk Bitcoins untuk menghindari kemungkinan pencucian uang. Bank sentral akan berusaha menentang penggunaan mata uang baru di tengah penipuan dan penyalahgunaan. Dengan menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, pendirian resmi bank sentral adalah kepentingan seluruh peserta pasar. "Kebijakkan bank sentral tidak seharusnya mempengaruhi nilai tukar pada platform trading terbesar Bitcoin Cina. Namun, pemerintah telah mengenali Bitcoin, dan belum mengklaim bahwa Bitcoins illegal," trader Bitcoins Cina berkomentar dalam pengumuman resmi. Bitcoins adalah mata uang virtual yang popularitasnya terlihat naik di antara investor Cina. Website Bitcoins Average menunjukkan bahwa People's Bank of China terhitung 62% dari total pasar Bitcoins global. Sementara itu, BTC Cina mampu melampaui Mt.Gox Jepang dalam hitungan volume trading e-currency. Namun, tiap orang bebas ikut serta dalam transaksi online Bitcoins dan menanggung resikonya sendiri.
FX.co ★ Partai Komunis Memilih untuk Memblokkir Mata Uang Digital
Humor Forex:::