Di tahun 2017, spot harga minyak mentah Brent akan turun sampai $92 per barrel, dibandingkan dengan di tahun 2013 mencapai $112. Perkiraan merinci dikeluarkan oleh Administrasi Informasi Energi AS tanggal 16 Desember.
Penurunan harga akan terjadi sebagai hasil kenaikkan produksi minyak mentah di AS, yang di tahun 2016 akan mencapai 9,6 juta barrel per hari, yang merupakan ketinggian historikal yang dicapai di tahun 1970. Pertumbuhan tahunan sampai 2016 akan sekitar 0,8 juta barrel per hari. Produksi minyak mentah domestik diharapkan untuk menurun setelah 2017 dan perlahan menurun setelah 2020. Di tahun 2016, saham impor bahan bakar AS dan pasokkan cairan lainnya turun ke sekitar 25%, dibandingkan di 2013 37%.
Di tahun 2035, generasi gas alam diperkirakan melebihi generasi batu bara. Batu bara dan gas alam masing-masing menunjukkan 34% total generasi di 20135, namun di tahun 2040 saham batu bara turun mencapai 32%, dan saham gas alam naik ke 35%. Dibandingkan dengan 2012, di tahun 2040 produksi gas alam akan naik stabil, dengan kenaikkan 56%. Dengan kenaikkkan produksi minyak mentah di AS, penggunaan net sumber daya energi impor, yang 30% di 2005, turun ke 4% di 2040.
Di Oktober 2013, terdapat laporan bahwa AS telah melebihi Rusia dalam hal produksi hidrokarbon. Menurut data yang disediakan oleh International Energy Agency, IEA, dan EIA, di bulan Juli, AS memproduksi 22 juta barrel hidrokarbon per hari, sementara 21,8 juta barrel per hari diproduksi di Rusia. Di musim panas 2013, ExxonMobil melaporkan AS akan menjadi eksportir minyak di tahun 2025.
Pertumbuhan produksi minyak dan gas di AS terlihat dalam hitungan yang disebut revolusi gas serpih. Deposit besar berada di Dakota Utara dan Texas.
FX.co ★ Departemen Energi AS Memperkirakan Spot Harga Minyak Mentah AS Turun
Humor Forex:::