Sebagian orang masih bertanya-tanya mengapa Jerman dan AS mencoba untuk menyelesaikan perselisihan mengenai saluran pipa gas Nord Stream 2, khususnya mengingat bahwa AS tidak ikut serta dalam proyek ini. Pertama, menjadi negara adidaya satu-satunya di dunia, AS bisa jadi tertarik dengan proyek-proyek penting apapun di dunia. Kedua, ini semacam mekanisme untuk menjalankan bisnis di dunia yang beradab.
Gedung Putih berencana memastikan bahwa proyek yang tampak komersil itu tidak menjadi alat tambahan bagi Rusia untuk melakukan tekanan politik pada Eropa. Itulah mengapa Departemen Luar Negeri AS memberikan perhatian khusus pada Nord Stream 2.
“Sekarang Jerman masuk ke dalam meja perundingan dan kami aktif terlibat dengan mereka untuk melihat apa yang dapat dan sebaiknya, dan saya yakin, seharusnya dilakukan <...> untuk memastikan bahwa biaya transit yang Ukraina, pada satu waktu di masa mendatang, tidak terima lagi karena saluran pipa itu memutari wilayah Ukraina, bahwa mereka dibuat utuh, bahwa kemampuan Rusia untuk menggunakan gas sebagai alat pemaksaan atau senjata terhadap Ukraina atau yang lainnya dihapuskan dan ada cara-cara untuk itu, dan bahwa kita memiliki perjanjian yang dilakukan di awal agar dapat menjadi pedoman jika ada aktivitas dari Rusia yang menantang keamanan ekonomi tiap-tiap negara ini yang akan kita sepakati di awal bahwa kita akan mengambil tindakan terhadap mereka," Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan.
Pemerintahan Joe Biden memutuskan untuk fokus pada diplomasi dan negosiasi dan bukannya menjatuhkan sanksi lanjutan terhadap Jerman, yang merupakan salah satu sekutu terdekatnya dan telah menginvestasikan jumlah urang yang sangat besar dalam projek ini.