Belum lama ini, Inggris dan Eropa mengalami perselisihan penangkapan ikan. Hari ini, ketegangan antara Inggris dan UE kembali meningkat, kali ini, mengenai impor sosis dan daging beku lainnya. Perselisihan ini disebut sebagai "perang sosis" oleh media Inggris. Dalam kasus ini, London dan Brussels gagal mencapai perjanjian mengenai perdagangan pasca Brexit dengan Irlandia Utara dan impor daging cincang beku dari Inggris. Awalnya, kedua belah pihak saling melemparkan ancaman dan kemudian dilanjutkan dengan tindakan. Dengan itu, UE berencana membatasi akses Inggris ke pasar tunggal Eropa. Bahkan setelah Brexit, Irlandia Utara secara de facto tetap dalam serikat kepabeanan UE. Namun, mengingat keadaan geopolitik mereka, Inggris memperoleh keuntungan besar dalam hubungan perdagangan dengan Irlandia Utara. "Isu sosis" dibahas antara para pejabat pemerintahan, khususnya, Menteri Brexit Inggris David Frost dan Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic. "Tidak ada terobosan apapun. Tidak ada juga gangguan, dan kami akan terus melanjutkan pembahasan," Frost mengomentari pembicaraan tersebut. Sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan bahwa London siap mempertimbangkan semua opsi yang ada jika perjanjian tidak dicapai. Inggris memperingatkan akan memperpanjang masa tenggang untuk ekspor jalur cepat produk dagingnya ke Irlandia Utara secara sepihak.
FX.co ★ Inggris dan UE melancarkan "perang sosis"
Humor Forex:::