Kejahatan modern dengan cepat mengadopsi teknologi baru. Kembali pada tahun 2015, biaya kejahatan dunia maya global berjumlah $325 juta, $5 miliar pada 2017, $8 miliar pada 2018, dan $11,5 miliar pada 2019. Tahun lalu, kerugian mencapai $20 miliar.
Cybersecurity Ventures, seuah peneliti terkemuka dunia, memperkirakan kejahatan siber akan meningkat secara eksponensial di masa mendatang. Pada 2031, kejahatan siber diprediksi akan menimbulkan kerugian senilai $256 miliar, yang 30 kali lebih dari biaya awal dari kolonisasi Mars. Elon Musk dari SpaceX secara khusus telah memperkirakan bahwa itu akan bernilai sebanyak $6 miliar dolar untuk mengkolonisasi planet.
Cybercrime berkembang karena upaya penegakkan hukum yang tidak efektif. Selain itu, sejumlah kelompok peretas berkembang bersamaan dengan sejumlah kejahatan siber serta kerusakan. Beberapa ahli mempertanyakan kecermatan dari estimasi Cybersecurity Ventures. Mereka percaya bahwa Cybersecurity Ventures telah meremehkan fakta bahwa perusahaan bisa menutupi bagian dari kerugian mereka. Oleh karena itu, kerugian bahkan bisa lebih tinggi.
Sebelumnya, Colonial Pipeline, sebuah operator saluran pipa terbesar di Amerika Serikat, membayar $4,4 juta dolar tebusan kepada kelompok peretas DarkSide. Kemudian, perusahaan mengembalikan sebagian uang ransomware ke otoritas penegak hukum AS. Mereka mampu mengidentifikasi dompet mata uang virtual yang digunakan peretas DarkSide untuk mengumpulkan pembayaran dari Colonial Pipeline.