Warga Salvador terus berunjuk rasa menentang Bitcon sebagai mata uang nasional. Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan. Mereka mendesak pemerintah membatalkan undang-undang yang kontroversial yang kemungkinan akan semakin mendorong korupsi yang telah merajalela di Amerika Latin.
Para pengunjuk rasa telah berkumpul di dekat Mahkamah Agung selama beberapa pekan.
Warga biasa mengambil sikap kerass melawan mata uang nasional El Salvador yang baru. Mereka membakar ban dan menyalakan kembang api, membunyikan klakson mobil dan menyalakan musik. "UU Bitcoin telah disetujui di parlemen tanpa perdebatan. Hanya perlu lima jam untuk disetujui. Negara mendukung pembayaran ini dan menanggung risikonya tapi pada akhirnya kami-lah, pembayar pajak, yang dirugikan," politisi oposisi Johnny Wright Sol mengatakan.
Para anggota Dana Moneter Internasional juga mendukung para pengunjuk rasa. Mereka memperkirakan adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dapat menyebabkan banyak permasalahan. IMF memperingatkan bahwa "harga domestik dapat menjadi sangat tidak stabil." Selain itu, "tanpa langkah-langkah anti pencucian uang dan perlawanan terhadap pendanaan terorisme yang kuat, cryptoassets dapat digunakan untuk mencuci uang kotor, mendanai terorisme dan menghindari pajak."
Namun, Presiden Nayib Bukele yakin bahwa adopsi BTC sebagai alat pembayaran yang sah akan memudahkan warga negaranya yang bekerja di luar negeri untuk mengirimkan uang ke kampung halaman mereka. "Bitcoin dapat menghemat negara $400 juta dalam setahun dalam biaya transaksi pada dana yang dikirimkan dari luar negeri," menurutnya. "Kita harus mematahkan paradigma masa lalu. El Salvador berhak maju ke dunia pertama," cuit Presiden Bukele.