Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Gedung Putih mewaspadai praktik mata-mata China

back back next
Humor Forex:::2021-12-10T15:21:48

Gedung Putih mewaspadai praktik mata-mata China

Washington tidak bersedia melunakkan retorikanya pada China, setelah memasukkan 10 perusahaan teknologi tinggi lainnya ke dalam daftar hitam. Para ahli menyebut langkah ini sebagai ketegangan yang meningkat dalam perang dagang berkepanjangan di antara dua ekonomi terbesar dunia.

Gedung Putih telah menyajikan bukti tak terbantahkan bahwa lusinan perusahaan China lainnya terlibat dalam aktivitas mengumpulkan informasi rahasia atas nama Tentara Pembebasan Rakyat. Otoritas di beberapa negara telah merevisi hubungan diplomatis mereka dengan China atau menghentikan hubungan apapun, meskipun Partai Komunis China menegaskan tidak terlibat dalam spionase industri. Gedung Putih juga telah memperkenalkan langkah-langkah yang paling canggih. Mulai sekarang, lembaga-lembaga pemerintah memeriksa perusahaan komersial untuk aktivitas mata-mata mereka. Banyak perusahaan mencurigakan telah masuk dalam daftar hitam dan jumlahnya terus bertambah. Belum lama ini, 10 perusahaan teknologi tinggi yang berkantor pusat di China tertangkap melakukan aksi untuk kepentingan militer China atau mencoba "memperoleh barang yang berasal dari AS untuk mendukung aplikasi militer."

“Perdagangan global sebaiknya dilakukan untuk mendukung kedamaian, kesejahteraan dan pekerjaan dengan upah yang layak, bukan risiko keamanan nasional," Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo mengeluarkan pernyataan.

Dalam langkah terbarunya, pemerintahan Biden memasukkan 27 entitas dan individu dari China, Pakistan, Rusia, Jepang dan Singapura dalam daftar hitam. Kini, setiap pemasok barang ke perusahaan-perusahaan ini wajib memperoleh izin untuk melakukan penjualan. Meningkatnya konflik perdagangan mengejutkan para pelaku pasar. Pada bulan Februari, Presiden AS berjanji untuk tidak memberlakukan tarif yang besar pada impor China sebagai senjata politik seperti yang dilakukan oleh presiden sebelumnya yaitu Donald Trump. Joe Biden mendorong kompetisi yang adil dengan ekonomi global terbesar kedua itu sesuai dengan praktik perdagangan internasional. Ternyata, masih ada yang salah dalam hubungan perdagangan antara AS dan China.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...