Pimpinan teratas dari perusahaan BUMN terbesar menegaskan bahwa mereka siap menerima ruble Rusia sebagai ekspor. Pimpinan Dewan di VTB Andrei Kostin menjelaskan, "Persediaan dari Gazprom, Rosneft, dan Rosoboronexport menghasilkan sekitar $230 miliar pertahun. Saya telah berbicara kepada mereka dan mereka tidak keberatan menukar ekspor mereka kedalam ruble. Mereka hanya memerlukan mekanisme untuk melakukan hal tersebut. "Dengan mempertimbangkan keadaan dunia saat ini, Rusia harus siap untuk menurunkan paparan pada prilaku AS dan UE, Kostin menambahkan. Perlu dicatat bahwa para staff resmi tidak memikirkan tentang pilihan untuk tidak menggunakan dolar AS sama sekali. Kontrak dengan ruble terlihat sebagai cara lain pembayaran ekspor. Pemerintah Rusia mengakui bahwa pembayaran semacam itu tidak semudah itu, terkadang juga dapat merugikan eksportir. Selain itu, transisi semacam ini pada pembayaran ruble bisa menguntungkan. Suatu hari yuan mungkin juga akan menjadi alat transaksi internasional. Pada saat itu, Rusia akan memperoleh pengalaman yang tak ternilai harganya dari pertukaran satu mata uang global ke mata uang lain. Selain itu, pembuatan dari sistem pembayaran nasional juga berada dalam agenda. Hal ini bukan hanya sebuah sangsi, namun juga kebutuhan. Setiap negara berkembang wajib memiliki sistem pembayaran sendiri. Penggunaan sistem pembayaran luar negeri "menciptakan resiko tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk masyarakat dalam kehidupan sehari-hari." Pasti akan ada alternatif yang sesuai di Rusia, "sangat mudah dan tidak mahal," Ungkap Andrei Kostin.
FX.co ★ Rusia Siap menetapkan ekspor dalam ruble
Humor Forex:::