Menurut Bloomberg, Uni Eropa bisa kehabisan gas alam, yang berguna untuk memanaskan rumah, dalam dua bulan ini karena kekurangan pasokan dan salju yang parah.
Pakar Bloomberg percaya bahwa krisis gas berasal dari produksi LNG domestik yang dipotong dan kurangnya pasokan tambahan. Para analis khawatir bahwa Eropa mungkin akan mengalami kesulitan bertahan dari dua bulan terdingin di musim dingin ini karena kawasan itu akan menghabiskan semua stok gas.
Wood Mackenzie, konsultan energi global, memperkirakan bahwa situasi ini sulit diselesaikan tanpa volume tambahan pasokan LNG dari Rusia, yaitu dari Nord Stream 2 atau jalur pipa gas lainnya.
Sebelumnya, para ahli menganggap cuaca dingin sebagai faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga gas Eropa. Dinyatakan bahwa Komisi Eropa sengaja menolak kontrak LNG jangka panjang dan memilih kontrak spot. Pada musim panas 2021, negara-negara Eropa gagal mengisi ulang tempat penyimpanan gas. Di musim dingin, suhu beku membuat rencana mereka terhambat. Akibatnya, periode pemompaan ke tangki penyimpanan berakhir tiga minggu lebih lambat dari biasanya.
Tingkat penyimpanan di Eropa menurun setelah Gazprom menolak untuk memesan kapasitas transit tambahan melalui pipa gas Yamal-Eropa. Keputusan ini diumumkan pada 21 Desember tahun lalu. Gazprom menegaskan belum ada permintaan gas dari pembeli Eropa. Akibatnya, pengiriman gas dihentikan, dan harga gas alam Eropa melebihi $2.150 per 1.000 meter kubik untuk pertama kalinya.