Negara konsumen energi terbesar dunia Cina diperkirakan akan menggandakan produksi domestik minyak dan gasnya mendekati 700 juta ton di 2030 seiring dengan tersedianya sumber daya yang dikembangkan secara aktif, Kementerian Sumber Daya Alam mengatakan. Dengan masih meningkatnya permintaan energi, Beijing ingin menurunkan resiko meningkatnya ketergantungan impor dengan menaikkan produksi domestik secepat mungkin. Cina sebagai importir minyak terbesar dunia tidak akan membiarkan pasokan bahan bakar terganggu. Otoritas Cina menetapkan target untuk perusahaan lokal agar meningkatkan produksi gas alam sebanyak mungkin. Penerapan kebijakan ini diawasi ketat oleh badan pemerintahan. Selain itu, pemerintah mengupayakan dan menyetujui sebuah program khusus untuk mendukung pengembangan bahan bakar yang ramah lingkungan dan tidak konvensional. Kementerian Sumber Daya Alam mengatakan di website resminya bahwa produksi minyak dan gas Cina di 2013 naik 4,6 persen dari tahun sebelumnya menjadi 320 juta ton minyak. Produksi minyak naik lebih lambat 1,8 persen menjadi 210 juta ton di 2013, sementara produksi gas naik 9,8 persen menjadi 120,9 meter kubik, termasuk 117,7 miliar cm produksi gas alam konvensional, 3 miliar cm coalbed methane dan 200 juta meter kubik shale gas. Sementara itu Administrasi Energi Nasional Cina tidak akan berdiam diri. Lembaga tersebut menetapkan target untuk meningkatkan produksi hidrokarbon sebesar 12% sehingga mencapai total 131 miliar meter kubik di akhir 2014. Konsumsi energi di Cina akgir-akhir ini semakin meningkat. Sehingga, produksi energi naik 6,2% menjadi 452,8 miliar kilowatt-jam.