Larangan impor minyak Rusia tampaknya tidak mungkin menyebabkan krisis global, karena Rusia bukanlah satu-satunya pemasok minyak dan gas. Namun, negara-negara yang bergantung pada energi akan mengalami kekurangan minyak.
AS, UE, Inggris, dan Jepang belum mengungkapkan berbagai sanksi terhadap Rusia. Namun demikian, pasar minyak global telah kelebihan beban. Menurut Andy Lipow, Presiden Lipow Oil Associates, jika Rusia menolak untuk memasok minyak ke Uni Eropa, maka harga minyak bisa naik lagi $20 menjadi $30 per barel dan bahkan lebih. Para analis khawatir bahwa sejumlah besar produk global, terutama makanan, akan terapresiasi secara signifikan. Larangan impor minyak Rusia ke AS dapat menyebabkan resesi dan krisis dunia dalam waktu dekat.
Lipow menjelaskan bahwa Amerika Latin berada pada risiko resesi. Dia menambahkan bahwa hal itu akan berlanjut ke AS dan pada akhirnya akan mempengaruhi kapasitas ekspor Tiongkok karena permintaan untuk produknya akan turun.
Saat ini, Rusia memasok 11% konsumsi minyak global, 17% konsumsi gas global, dan hampir 40% konsumsi gas Eropa Barat. Hal ini akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengisi persediaan ini. Presiden AS Joe Biden melarang impor minyak Rusia sebagai tanggapan atas invasi ke Ukraina.