Menurut Presiden ECB, Christine Lagarde, impor energi dari Rusia sangat sulit diganti dalam waktu singkat. Butuh waktu untuk membangun kembali rantai pasokan LNG yang ada, tegasnya.
Kepala Bank Sentral Eropa tersebut percaya bahwa perjanjian pasokan antara negara-negara Uni Eropa dan Rusia perlu disesuaikan. Menemukan alternatif untuk pasokan energi Rusia adalah tugas yang sulit. Ini akan menjadi proses jangka panjang dan membutuhkan dana, ujarnya.
Sejumlah pemerintah Eropa saat ini sedang bekerja keras untuk mengurangi ketergantungan mereka pada energi Rusia. Namun, ini membutuhkan waktu. Pasokan gas dari Rusia tidak dapat "diganti dalam semalam" karena negara tersebut menyumbang 22% dari impor energi kawasan euro.
Kenaikan harga energi disebabkan meningkatnya ketegangan geopolitik di tengah konflik Rusia-Ukraina, Lagarde menunjukkan. Pada saat yang sama, dia menyatakan harapan terhadap solusi positif untuk situasi saat ini.
Tercatat, pada awal Maret, Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan larangan impor energi Rusia. Komoditas yang dilarang antara lain minyak mentah dan hasil penyulingannya, bahan bakar minyak bumi, minyak bumi, batu bara dan produk batu bara, serta gas alam cair (LNG).