Menurut perkiraan ekonomi, larangan impor gas Rusia akan melumpuhkan ekonomi Jerman. Selain itu, negara ini sangat bergantung pada energi Rusia.
CEO Asosiasi Kamar Dagang dan Industri Jerman (DIHK) Martin Wansleben mengungkapkan pandangannya tentang pertumbuhan ekonomi Jerman dalam sebuah wawancara dengan Deutschlandfunk. Dia mengatakan bahwa negara itu tidak memiliki pembenaran untuk memberlakukan embargo pada energi Rusia. Pengusaha itu mencatat bahwa invasi Rusia ke Ukraina telah mengganggu rantai pasokan global yang menyebabkan kenaikan harga komoditas dan harga energi pada khususnya. Akibatnya, Wansleben percaya bahwa Jerman tidak akan dapat memberlakukan embargo pada minyak dan gas Rusia. Martin Wansleben yakin bahwa embargo akan memiliki konsekuensi yang lebih menghancurkan bagi ekonomi Jerman daripada pandemi virus korona. Wansleben memperkirakan bahwa Jerman akan sangat menderita jika memberlakukan larangan minyak dan gas Rusia. Pakar mencatat bahwa energi Rusia digunakan untuk pemanasan serta untuk produksi, termasuk industri kimia. "Jika industri kimia di Jerman berhenti berproduksi, maka roda di Eropa akan berhenti dalam jangka panjang." <...> Dalam situasi saat ini, embargo gas akan menjadi bencana," wansleben menekankan.