Dewan Pelaksana ECB tengah mengamati dengan seksama tingkat inflasi, namun masih menahan tindakan. Melambatnya pertumbuhan ekonomi kawasan euro terkait dengan outlook positif yang dirilis setelah rapat ECB. Pada rapat singkat tersebut, Mario Draghi menyatakan bahwa bank sentral memperkirakan inflasi kawasan euro akan naik di 2015. Namun, bahkan setelah kenaikan inflasi tidak akan mampu mencapai target yang ditetapkan oleh regulator Eropa.
Draghi tidak tawar menawar untuk meningkatkan suku bunga dengan perkiraan bahwa inflasi yang rendah akan bertahan untuk waktu yang cukup lama. Mungkin, pengalaman dengan Rusia dapat memperbaiki situasi yang kini berkembang di kawasan euro. Permasalahannya adalah Rusia tidak pernah mengalami masalah seperti ini karena harga konsumen naik pesat, sementara inflasi naik dengan stabil. Sayangnya, mengingat ketegangan geologis saat ini, para regulator kemungkinan harus menghadapi permasalahan ini sendiri.
Mario Draghi menyatakan bahwa ECB tidak melupakan langkah-langkah konvensional untuk mendorong ekonomi dan menegaskan komitmennya untuk mempertimbangkan seluruh cara untuk menopang stabilitas ekonomi di Eropa jika diperlukan. Satu poin yang penting untuk diingat adalah bahwa Bank Sentral Eropa mempertahankan suku bunga acuan tetap sama di rekor level terendah 0,25%. Sementara itu, suku bunga deposito tetap nol, san margin refinancing rate tetap sama di 0,75%.