Sebagai aturan, masalah di AS adalah alasan utama untuk kegembiraan di Rusia. American Thinker edisi AS merilis sebuah artikel yang ditulis oleh kolumnis Darlene Casella, di mana penulis itu menangani masalah masa depan petrodolar yang suram.
Darlene Casella menganggap bahwa kebijakan Joe Biden berdampak negatif terhadap masa depan petrodolar. Dia juga berpikir bahwa niat China untuk membeli minyak untuk yuan dapat merusak dominasi dolar AS di pasar minyak global. Terlebih lagi, konflik antara AS dan Arab Saudi hanya dapat menambah bahan bakar ke api. “Lagi dalam salep moneter global, Vladimir Putin menegaskan bahwa negara-negara membayar gas alam dalam rubel. Rusia juga menjual minyak ke India dalam mata uang India sendiri, rupee, dan ke Turki dalam mata uang Turki, lira,” tulis Darlene Casella dalam artikel tersebut.
Sebelumnya, Xu Polin, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China, menunjukkan bahwa munculnya “rubel gas” dapat menandakan titik balik dalam sistem moneter internasional. “‘Rubel gas’ tidak setara dengan ‘petrodolar’, namun keberadaannya mungkin berarti bahwa sistem moneter internasional telah mencapai titik balik,” jelasnya.