Menurut media massa Rusia, sanksi yang dijatuhkan pada negara itu membawa efek beragam pada perekonomiannya. Beberapa saluran TV milik negara mengklaim bahwa sanksi tersebut membantu perekonomian, sementara yang lain melaporkan bahwa perekonomian tidak terpengaruh olehnya. Media berita Rusia sering mengutip artikel asing yang menyebut bahwa larangan yang diberlakukan tidak efektif. Süddeutsche Zeitung, surat kabar Jerman, baru-baru ini menerbitkan sebuah artikel yang menyatakan bahwa tindakan pembatasan tidak begitu merusak seperti yang diperkirakan karena posisi Tiongkok, India, Turki, dan Brasil. “Negara-negara seperti Tiongkok, India, Brasil, dan Turki tidak bergabung dengan sanksi Barat sama sekali atau hanya sebagian saja. Krisis keuangan yang diperkirakan justru tidak terjadi. PDB tidak menurun secara dramatis seperti perkiraan. Mata uang Rusia cepat pulih setelah jatuh,” jelas artikel tersebut. Surat kabar itu menjelaskan bahwa perekonomian Rusia telah mempertahankan stabilitas, meskipun ada tekanan dari tindakan hukuman. Menurut artikel itu, perekonomian Rusia telah menurun sebelum larangan diberlakukan. Selain itu, dilaporkan bahwa beberapa sekutu AS menolak permintaan Washington untuk memboikot Rusia.