Kunjungan Presiden Rusia ke Cina memperoleh dua keuntungan dalam sekali kunjungan. Disebut kesepakatan "cawan suci" dan direncanakan selama satu dekade, transaksi gas bukan menjadi satu-satunya hal terbaik dari Vladimir Putin. Perjalanan ke Cina menunjukkan seberapa seriusnya Rusia terhadap hubungannya dengan Cina. Selain dari cadangan energi, dua negara ini akan mempererat ikatan antara satu sama lain dengan mengembangkan kerjasama diseluruh sektor utama pada kecepatan tinggi. Menurut Putin, perdagangan Rusia dengan Cina terlihat akan mencapai $100 miliar. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Cina Xi Jinping memutuskan secara radikal akan mengubah struktur yang telah ada dari hubungan perdagangan dan perekonomian dan mendorong volume trading. Selain itu, ada rapat tertutup dimana dua pimpinan tidak hanya membahas masalah bilateral, tetapi juga membahas masalah geopolitik internasional. Putin menyoroti bahwa Cina adalah partner strategis Rusia dengan volume perdagangan telah meningkat hampir 2% menjadi $90 miliar di 2013. "Jika kita mempertahankan laju ini, level perdagangan bilateral dari $100 milair akan dicapai di 2015 dan kita secara percaya diri akan terus bergerak. Diwaktu yang sama, kita berharap bahwa pertumbuhan dari indikator kuantitatif akan disertai dengan perubahan kualitatif dalam hubungan perekonomian dan trading kami," Putin mengatakan. Kesepakatan terkait gas memungkinkan Rusia untuk membuat variasi ekspor gas sekaligus ketika ada hubungan dingin dengan UE ditengah krisis Ukraina. Dibawah kesepakatan, Rusia akan mulai memasok Cina dengan 38 milimeter kubik dari gas alam per tahun dimulai tahun 2018.
FX.co ★ Rusia: Selamat Tinggal Eropa, Halo Cina
Humor Forex:::