Berdasarkan Mentri Keuangan, kedua perusahaan tetap mempertahankan aktifitas mereka di Russia walaupun tidak menyukai undang-undang sistem pembayaran nasional yang baru, uang jaminan yang besar dan kuat pada khususnya. Saat ini, beberapa bank asing beroperasi melalui anak perusahaan mereka di Russia. Undang-undang Rusia melarang lembaga pinjaman luar negeri untuk beroperasi di sektor perbankan Russia. Namun, masalah ini ditangani dengan mendirikan anak perusahaan sesuai dengan peraturan bank sentral Russia.
Sebelumnya, Negara Duma setuju untuk mengubah ketentuan untuk uang jaminan dalam kata-kata hukum dan mendelegasikan kekuasaan untuk mengatur ukuran deposit ke pengawas dan pemerintah. Awalnya, hukum ini menyatakan bahwa ukuran uang jaminan akan sama dengan 25% dari jumlah pembayaran rata-rata harian di Russia. Namun, Visa dan MasterCard menjawab bahwa uang jaminan tersebut akan jauh melebihi pendapatan tahunan mereka di Russia.
Menurut perkiraan flash, kedua perusahaan bisa dikenakan kerugian lebih karena menarik diri dari Rusia daripada beroperasi di bawah undang-undang baru. Misalnya, MasterCard bersedia untuk mempertahankan bisnisnya di Russia mungkin mengalami kerugian $1,9 miliar. Namun, menghentikan aktifitas di Russia akan mengalami kerugian $350-470 juta.
Undang-undang tentang sistem pembayaran nasional disahkan setelah operator pembayaran luar negeri mulai memblokir kartu yang diterbitkan oleh bank-bank Russia karena dipengaruhi oleh sanksi Barat. Dengan demikian, Kremlin memutuskan bahwa Visa dan MasterCard terlalu rentan untuk menahan tekanan politik dari kekuatan-kekuatan Barat.