Wakil kanselir Jerman Robert Habeck memperingatkan bahwa langkah Rusia untuk memangkas pasokan gas alam Eropa dapat menimbulkan pemadaman bergilir di utilitas-utilitas energi negara.
Menurut Habeck, pemerintah akan terus mengurangi aliran gas dalam waktu dekat. Sebelumnya, volume pasokan gas melalui Nord Stream dikurangi hingga 60%. Politisi itu percaya bahwa negara sebaiknya bersiap untuk menghadapi gangguan lebih jauh dalam persediaan LNG.
Wakil kanselir Jerman tersebut menekankan bahwa kelangkaan gas kemungkinan besar akan menyebabkan masalah pasokan listrik yang parah dan resesi dalam. Selain itu, pemasok listrik dapat meningkatkan harga, apapun kewajiban kontrakl mereka. Namun, saat ini pemerintah Jerman tidak akan mengambil langkah-langkah ekstrim tersebut karena itu jelas akan memicu lonjakan harga untuk konsumen. Saat ini, mayoritas pemilik saluran pipa Nord Stream adalah perusahaan gas Rusia. Pada bulan Juni, manajemen Gazprom mengumumkan akan menggunakan hanya tiga unit kompresor gas (GCU) karena penundaan oleh Siemens Jerman. Setelahnya dilaporkan bahwa operasi dari turbin gas Siemens ditangguhkan.
Gazprom mengatakan bahwa pasokan gas ke saluran pipa Nord Stream mencapai 67 juta meter kubik per hari dan bukan 167 juta meter kubik seperti yang direncanakan. Nord Stream AG akan menutup kedua saluran pipa gas mulai 11 Juli sampai 21 Juli untuk perbaikan terjadwal.