Sejumlah perusahaan energi asal Prancis menganjurkan konsumsi energi yang hemat. Eksekutif Engie, EDF, dan TotalEnergies, sejumlah perusahaan energi terbesar di Prancis, meminta masyarakat dan bisnis untuk segera memangkas konsumsi daya guna menekan harga energi yang setinggi langit.
Masalah konsumsi tanpa pertimbangan adalah masalah besar di seluruh dunia. Ini bukan hanya tentang listrik. Namun demikian, krisis energi yang sedang berlangsung yang dipicu oleh boikot politik karbohidrat Rusia memberikan pukulan ganda bagi sektor energi UE. Para pemimpin dari tiga perusahaan yang telah disebutkan membuat pernyataan bersama yang diterbitkan dalam majalah mingguan Prancis, Journal du Dimanche. Mereka menghimbau kepada individu dan perusahaan untuk bersatu padu meningkatkan efisiensi energi dan segera memangkas konsumsi listrik, gas, dan produk minyak bumi. Para pimpinan perusahaan energi Prancis meyakini bahwa "setiap gerakan itu penting". “Kita harus secara kolektif mengambil tindakan terhadap permintaan energi dengan mengurangi konsumsi kita untuk menutup margin manuver. Kita akan membutuhkan mereka untuk mengelola puncak konsumsi yang akan datang dan untuk memuluskan peristiwa teknis atau guncangan geopolitik yang mungkin harus kita hadapi,” jelas pernyataan tersebut. Sejumlah perusahaan energi tersebut menyatakan bahwa mereka menggunakan semua kapasitas mereka, menemukan sumber alternatif pengiriman LNG dari AS, mengisi ulang sebagian besar lokasi penyimpanan gas mereka terlebih dahulu, dan menangguhkan pengoperasian beberapa fasilitas infrastruktur energi.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan bahwa pihak berwenang Jerman telah memperingatkan populasi dan bisnis tentang kekurangan energi akut di musim gugur karena Rusia kemungkinan akan memutus aliran gas ke negara itu. Prospek suram itu pasti akan meninggalkan jejak pada perekonomian Eropa yang terkuat.