Sanksi anti-Rusia dapat melancarkan pukulan telak bagi ekonomi Jerman, Marc Friedrich, jurnalis Deutsche Wirtschaft Nachrichten (DWN) menjelaskan. Dari sudut pandangnya, kebijakan energi Jerman dan tindakan terhadap Rusia dapat menyebabkan kejatuhan negara itu.
Marc Friedrich mengacu pada data mengenai neraca perdagangan luar negeri Jerman sejak awal tahun ini. Ternyata surplus perdagangan negara itu turun setengah miliar euro pada Mei 2022. Sementara itu, selisih antara ekspor dan impor melebar drastis dalam lima bulan pertama tahun ini. Angkanya merosot 70,7% dari tahun sebelumnya.
Menurut Friedrich, ekonomi Jerman kehilangan kemampuan kompetitifnya karena sektor ketenagakerjaan dan jaminan sosialnya. Kolumnis DWN itu mengatakan Berlin kini menghadapi sejumlah tantangan karena arogansi politiknya dan dapat kehilangan status sebagai lokomotif Eropa.
Peluang-peluang Jerman semakin menyusut, Friedrich menegaskan. Negara itu berada di ambang kehancuran dengan memasuki lingkaran kekacauan yang dalam dan tidak ada jalan keluarnya.
Sebelumnya dilaporkan bahwa Uni Eropa mungkin mengarah menuju resesi dan rekor inflasi karena krisis Rusia-Ukraina. Keadaan ekonomi terbesar Eropa itu jauh dari bagus. Skenario yang paling optimistik untuk pemulihan ekonpomi yang cepat setelah pandemi COVID-19 dan krisis saat ini berubah menjadi suram.