Meskipun dijatuhi sanksi anti Rusia, mata uang nasional negara itu semakin meraih pijakan. Ruble sekali lagi memperoleh peluang besar untuk menjadi salah satu mata uang dengan performa terbaik di dunia.
Analis CBS melaporkan perputaran ruble yang luar biasa di tengah sanksi ekonomi paling keras. Ruble Rusia menguat dengan stabil, melanjutkan rentetan kemenangannya sebagai salah satu mata uang dengan performa terbaik di dunia tahun ini. "Ruble melonjak 45% terhadap dolar sejak Januari," CBS melaporkan. Menurut analis AS, biasanya, sebuah negara yang menghadapi sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menyaksikan investor lari dan arus keluar modal yang stabil, sehingga menyebabkan mata uang tersebut jatuh. Namun, tindakan Rusia mendorong ruble lebih tinggi. Jeffrey Frankel, seorang profesor di Harvard University's Kennedy School, menekankan bahwa sanksi keras pada Rusia tidak mempengaruhi negara itu seperti yang dimaksudkan.
CBS mencatat bahwa Moskow segera mengambil tindakan untuk menahan uang agar tidak keluar dari negara itu. Selain itu, permintaan untuk ruble tetap tinggi di tengah kenaikan drastis harga bahan bakar fosil. Analis menambahkan bahwa ketahanan mata uang nasional menandakan bahwa Rusia terisolasi dari sanksi-sanksi Barat.