Peralatan rumah tangga baru akan membantu warga Eropa mengatasi krisis gas yang tidak menentu dengan lebih baik. Hal ini disimpulkan oleh para ahli setempat yang sibuk mencari cara untuk menghemat energi megawatt yang berharga. Mereka percaya bahwa salah satu dari metode untuk mengurangi konsumsi energi adalah menggantikan peralatan elektronik lama dengan yang modern, dan lebih efisien, yang menggunakan sedikit energi. "Kulkas lama anda adalah sahabat Vladimir Putin. Buang saja!" seorang reporter Bloomberg mengatakan, menambahkan bahwa peralatan lama tersebut emningkatkan ketergantungan wilayah Moscow.
Dalam artikelnya terkait situasi pasar energi, Kolumnis Bloomberg Javier Blas menjelaskan bahwa sebagian besar dari energi di Eropa dihasilkan oleh pembakaran gas. Dengan demikian, ada baiknya menyimpannya untuk memanaskan rumah di musim dingin. Setelah mempelajari volume konsumsi listrik, para ahli telah menyimpulkan bahwa mengurangi penggunaan energi adalah kunci untuk memangkas konsumsi gas alam, yang pada akhirnya akan memungkinkan warga Eropa mengatasi krisis. Dalam hal ini, cara terbaik adalah mengabaikan peralatan rumah tangga lama dan beralih ke yang lebih baru, lebih ramah lingkungan, dan hemat bahan bakar, Blas menyatakan. Selain itu, hal ini akan mendukung indusutri ritel dan beberapa produsen Eropa. Menurutnya, akan jauh lebih murah dan lebih efektif bagi pemerintah untuk membantu warga dalam memperoleh peralatan yang boros energi daripada mensubsidi tagihan listrik.
Secara khusus, untuk memangkas tagihan listrik yang melonjak, Yunani telah menawarkan rumah tangganya untuk membeli lebih sedikit AC yang haus daya menggunakan subsidi antara 30% dan 50% dari biaya setiap perangkat. Selain itu, kolumnis Bloomberg mengutip Arab Saudi sebagai contoh. Negeri kerajaan ini juga menjalankan program cash-for-clunkers untuk mengganti peralatan lama dengan yang lebih baru dan mengurangi permintaan energi.