Harapan rakyat Amerika untuk kenaikan produksi minyak oleh Arab Saudi tampaknya akan menjadi kenyataan. Media sebelumnya menggambarkan kunjungan Timur Tengah Presiden Joe Biden sebagai proyek yang gagal, tapi sejumlah kantor berita kini melaporkan kesuksesannya.
Dengan itu, pemerintahan AS mengantisipasi produsen minyak utama dalam aliansi OPEC+ untuk mendorong produksi minyaknya menyusul kunjungan Biden ke Arab Saudi. Kabar baik itu dibagikan oleh anggota Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih Jared Bernstein dan Juru Bicara Karine Jean-Pierre. "Kami akan mengukur kesuksesan dalam beberapa pekan mendatang," Jean-Pierre mengatakan pada pertemuan dengan pers. Kami mengharapkan kenaikan dalam produksi, tapi itu akan memakan waktu beberapa pekan mendatang dan itu akan diserahkan pada OPEC+," tambahnya.
“Kami menyaksikan Arab Saudi mengatakan akan meningkatkan kapasitasnya untuk semua produksi dan saya arahkan anda kepada mereka untuk informasi lebih lanjut di sana," catat Bernstein.
Menurut kepala penasihat ekonomi Biden, Gedung Putih menyambut keputusan Arab Saudi dan negara OPEC+ lainnya untuk meningkatkan produksi hingga 50% di atas dari yang direncanakan sebelumnya untuk bulan Juli dan Agustus.
Secara khusus, pada 16 Juli, Presiden AS Joe Biden bertemu dengan sejumlah pimpinan Arab untuk membahas cara menjamin pasokan minyak yang cukup demi menopang pertumbuhan ekonomi global. "Warga Saudi menyampaikan kedaruratan itu dan berdasarkan pada diskusi kami hari ini, saya berharap kita akan melihat langkah-langkah lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang," Biden mengamati negosiasi.