Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Ekonomi berpotensi dilanda resesi berbeda pada tahun 2022

back back next
Humor Forex:::2022-08-25T13:44:42

Ekonomi berpotensi dilanda resesi berbeda pada tahun 2022

Analis mengkhawatirkan potensi resesi yang akan terjadi di 2022 berupa fenomena baru dan belum pernah dunia lihat sebelumnya. AS akan menjadi tokoh utama yang berperan penting kali ini. Para pakar ekonomi mencatatkan beberapa faktor yang menandakan penurunan ekonomi AS. Pada Q2 dan Q3, nilai PDB negara ini terus menyusut. Aktivitas pembangunan rumah anjlok hinga tingkat kepercayaan konsumen terperosok ke titik terendah sejak awal pandemi. Para pakar menyoroti tiga alasan signifikan mengapa resesi yang akan datang mungkin berbeda.

1. Kuatnya Pasar Tenaga Kerja

Apabila suatu negara dilanda resesi, output ekonomi dan lapangan kerja menyusut bersamaan. Oleh sebab itu, tingginya angka pengangguran menyebabkan pengeluaran konsumen kian rendah dan menciptakan lingkaran setan. Namun, tingkat pengangguran saat ini berada pada rekor terendah 3,6% atau sama dengan yang terjadi 50 tahun lalu. Pasar tenaga kerja yang kuat dianggap sebagai "keadaan tidak biasa bersejarah" saat resesi, menurut ekonom di Goldman Sachs.

2. Cash Rich Company (perusahaan dengan cadangan kas dalam jumlah besar)

Perusahaan biasanya akan melihat penurunan penjualan dan pendapatan selama resesi. Namun, saat ini cara kerjanya tidak demikian. Secara kolektif, perusahaan-perusahaan AS memperoleh keuntungan besar dan menyimpan cadangan uang tunai lebih dari $4 triliun. Saat ini, rata-rata perusahaan AS memiliki margin laba setelah pajak sebesar 16%. Saat resesi terjadi, nilainya turun menjadi satu digit tetapi sekarang sudah cukup tinggi. Analis beranggapan bahwa perusahaan kemungkinan telah mengumpulkan dana ini selama era easy money dan saat suku bunga rendah. Kini, uang tunai ini bertindak sebagai penyangga dan dapat memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan tenaga kerja dan simpanan mereka di tengah perlambatan ekonomi.

3. Fed Menaikkan Suku Bunga

Sikap hawkish The Fed merupakan faktor tidak biasa lainnya. Dalam sejarah resesi, bank sentral akan memotong suku bunga dan menghamburkan lebih banyak uang ke masyarakat guna membuat keadaan lebih stabil. Namun, The Fed sebelumnya menaikkan suku bunga untuk memperlambat inflasi di 2022. Pakar ekonomi berpendapat bahwa bank sentral kemungkinan akan teguh pada kebijakan hawkish di masa mendatang. Banyak analis menegaskan bahwa faktor-faktor ini sangat tidak biasa untuk iklim resesi. The Wall Street Journal membeberkan dua skenario yang bisa terjadi: ekonomi bisa pulih dengan cepat dan menghentikan resesi, atau kian memburuk hingga memaksa pengusaha untuk memutus hubungan kerja. Kedua skenario ini berpotensi menjadi "pendaratan lunak" dan "pendaratan keras". Skenario pertama menunjukkan bahwa investor harus bersiap menghadapi perlambatan ekonomi dan anjloknya saham teknologi. Skenario kedua memberi kesempatan pada pelaku pasar untuk memindahkan uang mereka ke aset safe-haven. Menurut prediksi Goldman Sachs, Eropa memiliki peluang 60% untuk mengalami penurunan parah. Probabilitas resesi di AS dua kali lebih rendah dan mencapai 30%. Inggris mungkin jatuh ke dalam resesi dengan probabilitas 35%. Saat ini, krisis energi di Eropa sangat buruk dan berpotensi menjerumuskan Inggris ke jurang resesi. Di saat yang sama, harga komoditas mendorong inflasi lebih tinggi dan meningkatkan risiko resesi di negara tersebut, para analis menyimpulkan.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...