Utama Kuotasi Kalendar Forum
flag

FX.co ★ Inflation akan menjadi masalah jangka panjang

back back next
Humor Forex:::2022-09-08T14:42:16

Inflation akan menjadi masalah jangka panjang

Menurut para analis, inflasi global kemungkinan akan terus naik dalam jangka panjang. Penggerak utama tekanan inflasi adalah ketegangan hubungan antara Tiongkok dan Amerika Serikat (Chimerica), serta antara Eropa dan Rusia (Eurussia).

Sebelumnya, inflasi global tetap rendah berkat dua komoditas murah - produk Tiongkok dan gas Rusia. Namun, mengingat peristiwa-peristiwa terbaru, kedua pilar yang menahan inflasi untuk waktu yang lama ini tidak lagi ada. Ahli strategi pasar di Credit Suisse Bank percaya bahwa era inflasi global yang rendah akan segera berakhir.

Mereka menyoroti 3 alasan utama yang menjaga inflasi tetap jauh:

1) tenaga kerja yang murah (terutama imigran), yang membantu menjaga upah nominal tetap stabil di AS;

2) produk Tiongkok yang tidak mahal, yang memfasilitasi pertumbuhan upah riil dan stagnasi moderat upah nominal;

3) gas Rusia yang terjangkau, yang menjamin stabilitas energi negara-negara Eropa.

Namun, Credit Suisse memperingatkan inflasi akan sulit melambat dengan tajam dalam beberapa dekade mendatang. Peluang penurunan drastis harga konsumen saat ini juga terbilang rendah. Selain dari alasan-alasan yang disebutkan di atas, meningkatnya utang publik di negara-negara di seluruh dunia juga mendorong inflasi. Namun, inflasi tinggi dianggap sebagai cara yang efektif untuk mengurangi utang publik.

Para analis juga menciptakan istilah untuk menggambarkan hubungan antara Tiongkok dan AS, yaitu Chimerica dan Eurussia untuk ketegangan geopolitik antara Rusia dan UE. Sementara arena politik sekarang retak, negara-negara khususnya negara lawan tengah mencari sekutu yang kuat. Sekutu ekonomi yang paling signifikan terbentuk antara Beijing dan Moskow. Terkadang sekutu kuat menyatukan kelompok-kelompok besar, misalnya Turki, Rusia, Iran, Tiongkok dan Korea Utara. Oleh karena itu, inflasi dapat dikendalikan hanya jika negara-negara kuat menghentikan persaingan mereka. Pada waktu yang sama, para analis mencatat bahwa tatanan dunia ekonomi yang stabil butuh hegemoni. Tanpa satu negara yang mendominasi kekuatan dunia, tidak akan ada stabilitas.

Sejak wabah virus corona, inflasi global mulai melambung. Situasi ini diperparah oleh konflik Rusia-Ukraina. Harga konsumen juga melonjak menyusul sanksi anti Rusia yang keras, yang dipicu oleh kenaikan harga paling tajam di UE, Inggris dan AS. Harga pangan dan utilitas telah mencapai level tertinggi mereka. Awalnya, IMF meminta bank-bank sentral dunia mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi.

Bagikan artikel ini:
back back next
loader...
all-was_read__icon
Anda telah menyaksikan semua publikasi
terbaik saat ini.
Kami sudah mencari sesuatu yang menarik untukmu...
all-was_read__star
Baru saja diterbitkan:
loader...
Publikasi lebih baru...