Pada akhir September, pound Inggris hampir mencapai keseimbangan dengan dolar AS. Sterling jatuh ke $1,035 dan mendekati rekor historis. Saat ini, greenback sangat kuat. Meskipun berhasil menutup beberapa kerugian, pound sterling masih mungkin turun ke level paritas.
Pada 25 September, salah satu mata uang paling berharga di dunia ini turun drastis. Pound Inggris jatuh ke rekor terendah $1,035 terhadap dolar AS. Kemudian, pound sterling pulih, tetapi gagal meredakan kekhawatiran atas masa depannya. Par investor mengkhawatirkan semakin dekatnya inflasi dan kenaikan tajam utang negara. Beberapa pakar yakin Bank of England harus bertindak tegas, khususnya harus terus menaikkan suku bunga acuan dengan agresif.
"Jatuhnya pound menunjukkan pasar di Inggris kurang percaya diri dan kekuatan finansialnya sedang terkepung", ujar ahli strategi Sydney di Saxo Capital Markets, Jessica Amir. "Pound sangat jauh dari paritas (dolar) dan mulai kini situasinya hanya akan memburuk".