Pipa Nord Stream 1 dan 2 telah berhenti beroperasi setelah insiden sabotase yang terjadi baru-baru ini. Insiden itu telah menyebabkan perubahan signifikan pada pasar gas di Jerman dan Uni Eropa.
Otoritas keamanan Jerman mengakui bahwa seluruh rangkaian pipa Nord Stream Rusia tidak dapat digunakan dan akan ditutup secara permanen. Mereka juga melaporkan bahwa jaringan pipa tidak dapat diperbaiki dalam waktu cepat. Selain itu, ada banyak volume air asin yang terlanjur masuk ke dalam pipa untuk waktu yang lama dan menyebabkan korosi. Juru bicara pemerintah Jerman Steffen Hebestreit menyatakan bahwa situasi saat ini termasuk rumit dan konsekuensinya adalah malapetaka. "Pemerintah federal bekerja keras menemukan solusi bersama yang mampu melindungi konsumen dan perusahaan dari kenaikan harga gas, menstabilkan pasar gas, dan memastikan ketersedian pasokan yang baik ke Jerman," kata Hebestreit.
Menurut otoritas keamanan Jerman dan Federal Intelligence Service (badan inteljen Jerman), kerusakan pada pipa Nord Stream 1 dan 2 merupakan hasil tindakan sabotase. Saat ini, para ahli sedang memeriksa citra satelit dan memantau pergerakan kapal sebelum hingga menjelang ledakan. Pihak berwenang Jerman berspekulasi bahwa ada penyelam yang mungkin menempatkan bahan peledak di dua pipa Nord Stream 1 dan salah satu dari dua pipa Nord Stream 2. Jerman bermaksud untuk bekerja sama dengan otoritas Denmark dan Swedia demi melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Namun sangat sulit untuk memeriksa pipa yang rusak pada kedalaman 70-80 meter.