Presiden AS Joe Biden meremehkan dampak nilai dolar AS yang kuat pada ekonomi global dan mengatakan ia "tidak khawatir" dengan penguatan mata uang Amerika. Biden menyalahkan pertumbuhan yang lemah dan kesalahan kebijakan di bagian dunia yang lain karena menyeret ekonomi global turun. "Masalahnya adalah minimnya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan yang kuat di negara-negara lain, bukan di negara kami," jelasnya. Ia mengatakan kebijakan dolar yang kuat tidak berpengaruh apapun dan menambahkan bahwa "Ekonomi AS sangatlah kuat." Namun, tidak semua orang memiliki pandangan yang sama. Pada 11 Oktober, kepala ekonom IMF Pierre-Olivier Gourinchas menunjukkan bahwa sebagian besar negara-negara Barat berjuang menghadapi tantangan-tantangan ekonomi karena kenaikan greenback. Dolar yang lebih kuat mengangkat biaya impor yang berdenominasi USD. Ini dalam gilirannya mendorong inflasi dan menyebabkan pengetatan kondisi keuangan di banyak negara. Hasilnya, pembayaran utang negara menjadi semakin mahal. Sebelumnya, Federal Reserve AS memulai jalur pengetatan moneter. Kebijakan tersebut menyebabkan harga komoditas yang lebih mahal karena dihargai dalam dolar AS. Terlebih, harga komoditas naik di semua tempat kecuali AS. Ini meningkatkan risiko kebangkrutan di kalangan perusahaan-perusahaan besar.
FX.co ★ Biden: USD yang kuat tidak bisa disalahkan atas pelemahan ekonomi global
Humor Forex:::