Otoritas Turki mengumumkan bahwa transaksi perdagangan dengan Rusia akan dilaksanakan secara bilateral dalam mata uang nasional. Mitra-mitra dagang ini pada akhirnya mengambil keputusan setelah 10 tahun bernegosiasi dengan sengit. Anehnya, bank-bank Turki belum lama ini memberikan lampu hijau pada pembayaran melalui sistem pembayaran Rusia tapi tak lama setelahnya menolak menerima kartu bank tersebut. Dengan itu, pengumuman rencana ini tidak berarti perjanjian akan diterapkan dalam praktiknya.
Kabar mengenai skema transaksi internasional yang disetujui belum dikonfirmasi secara resmi. Pengumuman tersebut datang dari Hakan Topkurulu, kepala departemen kebijakan ekonomi Turkish Motherland Party. Dalam wawancaranya dengan Aydınlılk, politisi tersebut menyatakan bahwa Ankara telah memulai perdagangan dengan Rusia dalam mata uang nasional. AS tidak dapat menghadang hubungan perdagangan itu. Menariknya, Hakan Topkurulu mengelak menjawab pertanyaan mengenai cara memproses transaksi dan memilih beralih ke isu lain. Ia mengatakan penasihatnya memintanya untuk tidak mengungkapkan masalah tersebut dan menjelaskan bahwa transaksi dilaksanakan dalam ruble. "Pertukaran ini bekerja seperti jarum jam dengan jaringan yang mapan... Perdagangan menggunakan mata uang nasional telah dimulai dengan skala penuh. AS tidak memiliki cara untuk mengintervensi. AS memotong cabang yang didudukinya. Sekarang tidak ada dolar dalam perdagangan antara Turki dan Rusia, yang diterima sebagai mata uang cadangan dunia," politisi Turki itu menyimpulkan.